Jumat, 22 Maret 2013

Cerita Cinta

2 Hati Untuk 1 Cinta
Halo,,,,
Perkenalkan nama saya Tatam ( umur 48 ). Saya sekarang bekerja di sebuah perguruan tinggi di semarang bernama Vision College sebagai Guru komputer. Dulu saya pernah sempat kuliah di solo dan sekarang saya sudah memiliki seorang istri yang sederhana. Kemudian saya di pindahkan ke semarang untuk mengajarkan mahasiswa tentang dunia komputer. Walaupun saya di semarang saya tetap selalu menanyakan kabar istri, bapak dan ibu yang ada di solo. Setiap hari HP saya tak lepas dari genggaman tangan saya. Saya selalu menelpon 1 bulan sekali itu kalau ada waktu/ kesempatan. Soalnya Pulsanya mahal dan boros.
Di setiap pelajaran saya, ada aja gadis-gadis kampus yang selalu dekati saya. Tidak tau apa tujuan mereka...?? apa mungkin saya terlalu cakep / keren / tampan kali yaa...!! tapi semua itu memang benar kok, sebab ada sertifikatnya lho...!! oh yaa,, ada 1 gadis kampus yang setiap kali pelajaran saya dempel terusssssss kayak perangko, dia bernama RERE. Orang nya sih baik tapi sayang hitam. Saya kesana di ikutin, saya kesini pun diikutin. Selang beberapa minggu saya pun sakit, badan terasa panas dingin, makan pun tidak bersemangat, apalagi buat jalan terasa seperti orang mabuk ( sempoyongan ). Tetapi saya harus tetap semangat jangan sampai rasa sakit ini merenggut badan dan jiwa saya. Saat ritual pagi, saya tidak melihat rere yang biasa berangkat pagi dan ikut dalam ritual pagi. Saya pun bertanya dalam hati “ Kemana yaa si Rere, kok belum berangkat ke kampus dan tidak ikut ritual pagi “. Setelah selesai saya pun langsung menghubungi nya. Tenyata Rere pun sakit juga. Saya pun heran kok sama yaa, saya sakit – rere pun sakit. Apa mungkin kita sehati yaa....??? 1 hari tanpa rere membuat saya kurang bersemangat dan bergairah. Ke esokan paginya, badan saya sudah agak mendingan. Rere pun juga berangkat lebih awal dari biasanya. Rere pun langsung menanyakan “ keadaan saya yang kemarin sakit ??”. rere bertanya “ pak tam ... Gimana badannya sudah sehatkah, mau saya bikinin susu hangat dan Mie goreng”. Saya pun menjawab “ yaa sudah tidak apa-apa, mumpung saya belum makan dan minum “. Walaupun saya sudah punya istri di kampung, tetap saja kalau di luar memjadi single..
Hari-hari di kampus sangat menyenangkan, sebab ada rere yang selalu mendampingi saya kapan pun dan dimana pun. Tak lama kemudian rasa suka dan sayang pun sudah mulai tumbuh di hati saya. Saya heran kok bisa yaa... saya menyukai gadis yang jauh lebih muda dari saya. Jelas saya kan sudah punya istri di kampung. Tapi tidak masalah, tohh istri saya pun tidak tahu kalo saya sudah membagi hati saya ke rere. Yang penting cinta saya tetap pada istri saya. Setiap hari saya selalu di perhatiin sama rere dari ( saya sakit selalu di rawat sampai sembuh ) (  terus bila saya belum makan dan minum, rere dengan cepat membelikannya sampai di hidangkan nya ke piring dan gelas dan dikasih ke saya) ( bila teman-teman tidak tahu / melihat, rere tidak segan-segan menyuapi saya atau kebalikannya ). Mungkin ini yang disebut 2 hati 1 cinta.
Kesimpulan dari cerita di atas  yaitu :
Ø  Buat lah rasa sayang yang anda miliki untuk menjadi semangat dalam kehidupan anda
Ø  Janganlah anda menyia-nyiakan rasa sayang yang di berikan oleh seseorang yang spesial
Ø  Bagi lah hati anda sebanyak mungkin untuk semua orang yang menyukai anda, yang penting rasa cinta anda hanya pada 1 tujuan saja.
Ø  Bila anda sudah menikah dan anda bekerja di luar kota. Bawalah diri anda menjadi  “SINGLE” agar para gadis-gadis di luar sana tidak tahu bahwa anda sudah menikah.





KARANGAN CERITA INI BERSIFAT FIKTIF BELAKA APABILA ADA KESAMAAN DARI NAMA KARAKTER, TEMPAT, SUASANA, ALUR CERITA ITU HANYA KEBETULAN SAJA DAN TIDAK DI ADA-ADA.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar