Selasa, 26 Maret 2013



AKU SUKA PACAR SAHABATKU
Ada 4 cowok ditolak cintanya pada Titi, mereka adalah Wiwi, Aan, Kaka dan Mumu meskipun Mumu sudah punya mimi. Mereka ditolak mentah-mentah sama Titi, Titi Cuma bisa mengusir mereka jauh-jauh dari depan mukanya. Titi langsung bilang “ Sorry, aku tidak suka sama kalian!!“. ketampanan dan kepintaran tak buat Titi nerima cowok-cowok itu, meskipun Titi jutek dan rada galak tapi cowok-cowok itu gak pernah kehabisan ide buat bikin hati Titi kelepek-kelepek.Hari senin seusai Ritual pagi tiba-tiba Titi pingsan. Kontan cowok-cowok itu rebutan nolongin Titi. Tapi ada satu cowok yang dengan sigap bawa Titi ke Ruang Kelas.“Titi….kamu gak apa-apakan? “Rintih Lili.“Huhh, gue cuma belum sarapan kok!” seru Titi nenangin Lili yang gelisah. “Ngomong-ngomong, siapa yang ngangkut gue ke sini? Jangan bilang salah satu dari cowok-cowok itu yang ngangkat gue!”.“Didi yang gendong Lo kesini. Lo mau dibeliin makan apa? Gue beliin ya?.“O, Didi, sampein makasi ya Li. Ga usah repot-repot. Sebenernya Titi seneng banget, ternyata yang gendong dia ke Ruang Kelas Didi, cowok yang selama ini dia cintai. Tapi kalo inget kenyataannya Didi pacaran sama Lili, Titi Cuma bisa nahan perasaan bahagianya itu. Kemudian Didi memberi saran dengan Berkata “ Tolak mereka dengan cara baik-baik, ok!!!”. “ ok “ seru Titi.
Hari berikutnya di kampus, Titi berusaha menjalankan saran dari Didi. Bahkan setiap rayuan dari cowok-cowok  itu ia ladeni. Mungkin perubahan Titi buat cowok-cowok  itu suatu hal yang luar biasa. Tiba-tiba Didi pun datang sambil sedikit marah. Titi pun menghentikan langkahnya dan menatap mata Didi dalam-dalam, tanpa sadar butiran air mata udah membajiri pipi Titi. Dalam hati Titi berfikir betapa Didi mencintai Lili, sampai Didi marah seperti itu, lalu bagaimana dengan rasa cinta yang Titi miliki buat Didi. Dalam benaknya Titi merasa gak punya kesempatan buat memiliki Didi, perasaan yang dia miliki buat Didi tidak mungkin terbalas. Lili bertanya dengan lembut “ kenapa kamu kok menangis,Ti ??”. “ bukan urusan kamu “ bentak Titi dengan ketus. Di lain tempat pun, Titi hanya bisa menangis. Membanyangkan betapa Didi mencintai Lili dan begitu memperhatikan Lili. Sementara sikap Didi kemarin membuatnya sakit hati. Di lain hati Titi merasa bersalah pada Lili, ia merasa sangat mementingkan perasaannya sendiri, jika saja Lili tau dirinya mencintai Didi, Lili pasti akan sangat terluka. Titi menimbang-nimbang perasaannya, perasaan sayangnya pada Lili, perasaan cintanya pada Didi. Hari berikutnya di sekolah, Didi mendatangi Titi saat kelas masih sepi. Titi menyadari kedatangan Didi, tapi pandangan Titi tetap tertuju pada layar ponsel yang ia genggam.“Kita perlu bicara Ti!” Ungkap Didi menarik lengan Titi. “Kemaren aku bikin cewek mu nangis! Kamu kesini mau bentak aku lagi, Hah?” ujar Titi. “Bukan itu masalahnya, Ti!” jelas Didi. “Aku minta kamu pergi dari hadapan ku! Sekarang!” bentak Titi. Lili sakit Ti! Lo harus liat dia! Dia butuh Lo!” Seru Didi meninggalkan kelas Titi. Lili sakit, batin Titi terus terusik oleh dua kata itu, Titi merasa bersalah, dia gak pernah bertengkar sehebat ini dengan Lili, apalagi sampai Lili jatuh sakit. Sepulang kuliah TIti bertekad untuk meminta maaf pada Lili, sekalian menengok cewek manja yang masih ia anggap sebagai sahabat itu. Tanpa canggung lagi Titi langsung menaiki anak tangga menuju kamar Lili, langkahnya terhenti saat Titi mendengar percakapan Lili dengan Didi. “Sampai kapanpun, aku bakal selalu sayang sama kamu Li, aku gak peduli seberapa banyak rintangannya, aku bakal selalu cinta sama kamu” seru Didi. “Jangan! Aku gak mau nyakitin Titi, aku gak mau persahabatan aku sama Titi berantakan. Aku yakin, kalo Titi juga suka sama kamu Di. Kamu bisa cari cewek lain yang lebih baik dari aku” jelas Lili dengan isak tangis yang semakin keras.
“Aku bakal nunggu sampe Titi lupain aku dan dia jatuh cinta sama cowok lain. Biar kita bisa bersama lagi Li”.“Apa kita bakal kuat? Apa kamu bakal tetap mencintai aku? Kalo Titi gak bisa lupain kamu gimana?”.“Kenapa kamu jadi pesimis Li! Kita berharap yang terbaik buat kita aja! Ok! Gak ada alasan lain, selamanya aku bakal mencintai kamu Li!”. Kemudian Lili memainkan musik dan mereka pun berduet dengan lagu 1 atau 2 pilih aku atau dia sampai selesai. Setelah Mendengar perbincangan serta nyanyian dari Lili dan Didi, Titi mutusin buat pergi dan gak nemuin Lili. Sepanjang perjalanan menuju rumah, Titi menangis, betapa Lili menyayanginya, demi dirinya Lililebih rela berpisah dengan Didi. Titi mencoba mengingat perjalanan hidupnya bersama Lili, sejak mereka berkenalan, Lili selalu baik dan selalu mengalah. Dan untuk kali ini,keputusan Titi udah bulat, jika selama ini LIli yang selalu mengalah, kenapa Titi gak bisa mengalah untuk sahabatnya itu.
Esok hari di sekolah, Titi udah liat sosok Lili duduk di kursinya dengan senyuman termanisnya. Titi sangat bahagia melihat sahabatnya udah sembuh, tanpa pikir panjang Titi berlari menghampiri Lili dan memeluknya erat. “Li, aku suka sama Didi, Tapi kamu jangan putus sama Didi Cuma gara-gara aku” ujar Titi. “kamu tidak bisa maksa aku, Ti!!!, aku sudah tidak punya hbungan apa-apa lagi sama Didi. Kita coba cari cowok lain yang berbeda” sahut Lili. Titi pun membalas “maafin aku, Li!! Aku terlalu egois. Aku akan berusaha lupain Didi demi kamu”.  Mungkin usaha Titi buat lupain Didi butuh waktu yang lama. Selama Titi belum bisa lupain Didi, Lili dan Didi gak akan bersatu. Kini Titi terang-terangan nunjukin perasaan sukanya sama Didi pada Lili, bahkan Lili sering godain Titi. “ntar kamu sakit hati, Li klo aku beneran jadian sama Didi” ujar Titi dengan bercanda. “aku kan sudah pernah merasakan jadi pacar Didi, Ti” sahut Lili dengan bercanda pula. “bukannya kita mesti cari cowok yang berbeda, Li. Kenapa kita memperhatikan Didi terus” ujar Titi. “haha.... kita hunting cowok lagi yuck, yang banyak” sahut Lili. “ok deh, yuk” jawab Titi dengan tertawa.
            Mereka tertawa bersama di kantin sekolah, kini Titi, Lili dan Didi memendam perasaan mereka sendiri-sendiri. Titi berusaha keras melupakan cintanya pada Didi, sementara Lili dan Didi tetap menjaga hati mereka dan menunggu Titi mencintai cowok lain agar mereka bisa bersama lagi.



KARANGAN CERITA INI BERSIFAT FIKTIF BELAKA APABILA ADA KESAMAAN DARI NAMA KARAKTER, TEMPAT, SUASANA, ALUR CERITA ITU HANYA KEBETULAN SAJA DAN TIDAK DI ADA-ADA.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH




Kesimpulan Cerita diatas yaitu :
“ Janganlah kalian berharap apapun kepada orang bila orang itu sama sekali tidak        memperdulikan kita.
“ Janganlah berebut soal cinta bila cinta itu belum menenal isi hati kita.
“ Janganlah kalian berpacaran dan bertunangan dengan 1 cowok maupun cewek, berpacaranlah dengan 10 cewek/cowok, bertunanganlah dengan 5 cewek/cowok,  dan menikahlah dengan 1 cewek/cowok
“ Jadilah Diri Sendiri Sebab Diri Sendiri itu sebagai kunci dan pedoman kita hidup di dunia.
“ Bila Teman-teman binggung soal kesimpulan diatas, pegangan tiang ato ke.laut aja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar