Ini adalah kisah saya yang berawal disebuah
rumah kecil dekat hutan. Disana saya tinggal sendiri, karena ditinggal mati oleh suamiku. Demi untuk bertahan hidup, saya pun mengumpulkan kayu bakar. Kayu bakar nya pun sebagian
untuk diri
saya sendiri dan sebagiannya lagi untuk dijual
ke kota. Pada suatu ketika kayu bakar
dirumah saya sudah habis, saya pun bingung kemana lagi
harus cari kayu bakarny karena hari sudah tengah malam. Tapi saya tetap ingin mencari kayu bakar karena mau memasak air buat
minum pagi nanti. Saya mulai mencari kayu
bakarny di hutan. Saat saya sedang asik
mencari-cari ranting2 kayu bakar, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari
belakang semak-semak. Saya pun dengan spontan
bicara “suara apa itu!!!”. “hooeee siapa disana, keluarlah cepat!!”,ujar saya waktu itu. Lalu keluarlah seekor kelinci, saya pun kaget dan bicara “uuhh dasar kelinci, tak kirain apa
tadi”. Kemudian saya melanjutkan kembali
mencari kayu bakar.
Tak lama kemudian terdengar lagi suara gemuruh di
semak-semak yang berbeda. Saya pun menyangkanya
kelinci yang tadi. Lalu saya pun tak menghiraukannya
dan kembali mencari kayu bakarnya. Setelah kayu bakar sudah terkumpul amat banyak,
saya pun bergegas pulang ke
rumah. Tiba-tiba
terdengar suara langkah kaki yang begitu cepat. Saya pun menoleh ke belakang
dan berkata “siapa disana, cepat keluarlah!!”.“Jangan bersembunyi disitu” ujar
saya sambil ketakutan. Saya berlari cepat memasuki rumah
dan mengunci pintunya. Dengan nada yang ter engah-engah, saya pun berkata “ya
allah, lindunglah saya dari hal-hal yang tidak baik”. Tetapi saya masih ketakutan dan
berdiam diri dikamar. Tak lama kemudian terdengar pintu yang terbuka, saya pun tambah ketakutan. ternyata itu adalah perampok yang
berpakaian serba hitam dan memakai cadar hitam. Si perampok itu langsung
menggeledah semua isi rumah dan mencari apa saja yg bisa di jual. Lalu si
perampok itu berjalan menuju kamar saya. Setelah di bukanya pintu kamar saya itu, saya langsung berteriak
“tolong-tolong”. Kemudian si perampok dengan sigap membekap mulut saya, saya pun tidak bisa
bergerak. Akhirnya si perampok mengikat saya di sebuah kursi kayu.
Dan si perampok beraksi lagi menggeledah kamar saya. Tapi si perampok kesal karena tak bisa menemukan
barang-barang berharga, kemudian si perampok mulai mendekati saya yang sudah tak berdaya itu. Saya berkata “tuan lepaskan lah saya, saya mohon pada tuan bisa
berbaik hati”. Tapi si perampok itu tidak menanggapi ucapan dari saya dan perampok itu
berkata “hai nona, hari ini saya sedang sial tidak bisa menemukan apa yang saya
cari, tapi saya masih beruntung bisa melihat kecantikan nona”. “nona mari akan
saya buat nona puas” ujar si perampok itu. Di dengan berontak sekuat tenaga, si
perampok sudah mulai marah dan di ambil lah sebuah pisau di belakang celananya.
Akhirnya “bleeessss” terkaparlah saya itu sambil bersimbah
darah.
Di perkosanya saya, tapi hari sudah mulai
terang sekitar jam 3 pagi. Si perampok itu binggung mau di kemanakan jasad saya.
Si perampok itu tak mau berfikir panjang dan akhirnya di potong-potonglah tubuh
saya menjadi potangan kecil. Kemudian si perampok itu masih
binggung lagi “mau dikemanakan potongan-potongan ini” ujar si perampok itu. Tak
berfikir panjang lagi, si perampok membawa potongan tubuh saya yang didalam kantong plastik ke rumah nya. Hari sudah jam
7 pagi, si perampok itu masih berfikir mau diapakan potongan ini. Akhirnya si
perampok mengambil wajan, kayu bakar, bumbu dapur dll. Kemudian terlintas di
benak si perampok itu akan diolahnya sebagai makanan. Si perampok itu
menyiapkan bumbu-bumbunya setelah jadi semua, potongan tubuh itu dimasukkan ke
dalam panci besar, KEMUDIAN.......>>> jadilah makanan yang lezat dan
gurih walaupun baunya agak menyengat.
Kemudian si perampok itu mengambil
piring untuk meletakkan bagian-bagian yang sudah dimasak itu. Mata, lidah, jari-jari saya diletakkan di piring yang
ukuran kecil. Sedangkan jantung, hati, usus, saya
diletakkan di piring yang agak besar.
Si
perampok itu baru mengambil pisau, sendok, garpu. Saat mata saya di iris dengan pisau, itu sangat menjijikkan
apalagi saat lidah dan jari-jari saya di glamuti dengan mulut nya yang tanpa
dosa. Saya lihat jiwa saya sudah menjadi satu dengan orang yang sudah membunuh
saya, saya tidak akan rela tubuh saya di seperti ini kan. Si perampok itu
sedang asik menikmatinya, dengan bangga si perampok itu berkata “wah enak bener
nie tubuh rasanya seperti daging ayam ato pun sapi saja”. Setelah semua habis dan tinggal tengkorak saya aja,
akhirnya si perampok itu baru berani menguburnya di belakang rumah dekat
halaman.Lalu si perampok itu kembali menjalankan aktifitasnya seperti biasa.
Tapi tubuh saya sudah tak berbentuk lagi dan kenapa harus terjadi sama saya….
Saya bersumpah atas kematian saya yang tak wajar ini, agar kelak bila orang itu mati tubuhnya gak bakal bisa diterima di bumi maupun di akherat.Suami Q yang selalu Q cinta, saya tak dapat memenuhi dan menemani kamu selamanya dan saya tak bisa disamping kamu. Maaf kan lah saya, suami Q yang Q cinta. Selamat tinggal sayang. Walaupun ragaku dan jiwaku sudah jadi milik orang lain tapi saya tetap akan mengenang indahnya bersama mu. Karena cintaku untuk suami Q tersayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar